Secara garis besar mayoritas tingkat ekonomi masyarakat masaran adalah menengah ke bawah. Hal ini dapat terlihat dengan penghasilan perta...

PERTANIAN

/
0 Comments
Secara garis besar mayoritas tingkat ekonomi masyarakat masaran adalah menengah ke bawah. Hal ini dapat terlihat dengan penghasilan pertanian yang sangat minim dan juga dapat dilihat dari banyaknya orang-orang yang merantau ke Surabaya dan Malaysia.
            Walaupun hasil pertanian tidak dapat di andalkan, mayoritas kaum petani tidak punya inisiatif untuk alih profesi karena tidak punya kecakapan hidup dan keterampilan lain selain bertani. Banyak dari anak muda lebih memilih untuk bekerja di Surabaya sebagai kuli bangunan karena tidak bisa mengharapkan hasil pertanian. Hal ini di dukung dengan mudahnya akses menuju Surabaya semenjak adanya jembatan Suramadu. Perjalanan yang harus di tempuh untuk menuju surabaya setiap hari tentunya mempunyai resiko tersendiri. Namun, masyarakat tidak berfikir tentang hal itu, yang penting dapur tetap menanak nasi.
            Pertanian di desa Masaran ada banyak macamnya, antara lain :
1.    Jagung memiliki masa tanam selama 70 hari terhitung semenjak penyebaran benih hingga panen. Penanaman jagung ini dilakukan hanya ketika musim kemarau tiba karena ketika musim kemarau pengairan sawah mulai terbatas sehingga pada saat musim hujan dimanfaatkanpetani untuk menanam padi.
2   2.   Padi memiliki masa tanam selama 3 bulan dengan mulai tanam sampai panen. Masa tanam padi hanya di lakukan pada musim hujan karena pada musim kemarau terkendala irigasi yang dapat mengairi sawah.
3   3.   Kacang tanah dengan masa tanam 3 bulan. Umumnya kacang tanah di desa Masaran ditanam secara berbarengan dengan jagung pada musim kemarau.
4   4.  Singkong memiliki masa tanam selama 7 bulan hingga singkong itu dapat di panen. Di desa Masaran singkong di tanam pada halaman kosong samping rumah atau tanah kosong yang bukan berupa tanah sawah.
       Dari macam-macam hasil pertanian tersebut yang tetap berpenghasilan besar adalah petani padi. Jagung adalah hasil pertanian yang bisa menjadi tulang punggung pendapatan masyarakat pada saat kemarau. Sedangkan kacang dan singkong hanya sebagai pengisi lahan kosong apabila masyarakat desa masaran ingin memnfaatkan lahan kosong yang dimilikinya.


You may also like

Tidak ada komentar:

Blog Archive

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *