ABON BONGGOL PISANG

Kalau anda mengira bahwa abon hanya terbuat dari daging sapi, ayam atau daging lele saja, anda salah. Tahukah anda bahwa mahasiswa KKN UTM berhasil membuat terobosan baru dengan megolah bonggol pisan menjadi abon. Cara mengolah abon bonggol pisang yaitu pertama pilih bonggol pisangnya dari pohon yang sudah pernah berbuah. Potong bonggol pisang menjadi bagian lebih kecil. Kemudian cuci dengan air agar bersih dari tanah yang menempel. Parut bonggol pisang menjadi bentuk yang lebih tipis, karena semakin tipis potongan bonggol semakin cepat.

PETERNAKAN

Selain berprofesi sebagai petani masyarakat desa Masaran juga bertenak. Namun, masyarakat desa Masaran beternak bukan menjadi satu-satunya atau profesi tetap harian mereka. Masyarakat desa masaran beternak hanya untuk mengisi waktu luang. Sehingga peternakan yang mereka lakukan hanyalah peternakan dalam skala kecil atau skala rumahan.
            Pendapatan dari hasil peternakan tidak menjadi patokan atau tidak menjadi tulang punggung pemasukan untuk menghidupi keluarganya. Bahkan tak jarang masyarakat desa masaran beternak hanya untuk di konsumsi sendiri. Hanya ada beberapa peternak yang mempunyai ternak dalam skala untuk di jual.
            Profesi peternakan di desa masaran ada banyak macamnya, antara lain:
1.      Ternak bebek terbagi menjadi dua yaitu ternak bebek rumahan dengan masa tinggal selama 7 bulan. Mulai dari kecil hingga bebek bertelur. Yang kedua adalah bebek potong, dimana bebek potong ini dipelihara selama 40 hari. Namun, bebek potong ini harus makan pur dan bebek potong ini hanya dapat dimanfaatkan dagingnya saja. Sayangnya, masyarakat desa masaran hanya beternak bebek biasa atau bebek rumahan.
2.      Ternak ayam di desa masaran menjadi salah satu prioritas peternakan yang diandalkan oleh masayarakat desa masaran. Masa ternak ayam kampung selama 6 bulan hingga ayam bertelur dan bisa dijual.
3.      Ternak sapi tidak terlalu di minati oleh masyarakat desa masaran. Karena ternak sapi memiliki masa ternak yang cukup lama sehingga masyarakat desa masaran tidak terlalu diminati. Dengan luasnya lahan pertanian yang ada di desa masaran seharusnya masyarakt lebih giat dalam beternak sapi. Karena lebih mudah mendapatkan pakan.
Dari macam-macam peternak diatas yang tetap berpenghasilan besar adalah ternak ayam, selanjutnya adalah ternak bebek dan yang terakhir adalah ternak sapi.

PERTANIAN

Secara garis besar mayoritas tingkat ekonomi masyarakat masaran adalah menengah ke bawah. Hal ini dapat terlihat dengan penghasilan pertanian yang sangat minim dan juga dapat dilihat dari banyaknya orang-orang yang merantau ke Surabaya dan Malaysia.
            Walaupun hasil pertanian tidak dapat di andalkan, mayoritas kaum petani tidak punya inisiatif untuk alih profesi karena tidak punya kecakapan hidup dan keterampilan lain selain bertani. Banyak dari anak muda lebih memilih untuk bekerja di Surabaya sebagai kuli bangunan karena tidak bisa mengharapkan hasil pertanian. Hal ini di dukung dengan mudahnya akses menuju Surabaya semenjak adanya jembatan Suramadu. Perjalanan yang harus di tempuh untuk menuju surabaya setiap hari tentunya mempunyai resiko tersendiri. Namun, masyarakat tidak berfikir tentang hal itu, yang penting dapur tetap menanak nasi.
            Pertanian di desa Masaran ada banyak macamnya, antara lain :
1.    Jagung memiliki masa tanam selama 70 hari terhitung semenjak penyebaran benih hingga panen. Penanaman jagung ini dilakukan hanya ketika musim kemarau tiba karena ketika musim kemarau pengairan sawah mulai terbatas sehingga pada saat musim hujan dimanfaatkanpetani untuk menanam padi.
2   2.   Padi memiliki masa tanam selama 3 bulan dengan mulai tanam sampai panen. Masa tanam padi hanya di lakukan pada musim hujan karena pada musim kemarau terkendala irigasi yang dapat mengairi sawah.
3   3.   Kacang tanah dengan masa tanam 3 bulan. Umumnya kacang tanah di desa Masaran ditanam secara berbarengan dengan jagung pada musim kemarau.
4   4.  Singkong memiliki masa tanam selama 7 bulan hingga singkong itu dapat di panen. Di desa Masaran singkong di tanam pada halaman kosong samping rumah atau tanah kosong yang bukan berupa tanah sawah.
       Dari macam-macam hasil pertanian tersebut yang tetap berpenghasilan besar adalah petani padi. Jagung adalah hasil pertanian yang bisa menjadi tulang punggung pendapatan masyarakat pada saat kemarau. Sedangkan kacang dan singkong hanya sebagai pengisi lahan kosong apabila masyarakat desa masaran ingin memnfaatkan lahan kosong yang dimilikinya.

SEJARAH MASARAN

Sejarah Desa Masaran kiranya tidak akan terlalu jauh  lepas dari sejarah Kerajaan Pacangan. Kata Masaran sendiri berasal dari kata Pasaran/pasar. Dimana pada masa itu, Desa Masaran digambarkan sebagai pasar besar Kerajaan  (tempat berkumpulnya para saudagar/pedangan). Tidak nampak jelas bagaimana sejarah pasar besar itu, karena memang Masaran dan Pacangan menjadi satu kesatuan utuh wilayah Kerajaan. Menurut salah satu sumber yang telah diwawancarai tetapnya di Dusun Nyantren, Desa Masaran merupakan salah satu tempat pertapaan Raja Pacangan yakni bernama Abidarba. Kebanyakan sesepuh Desa yang ditemui lebih paham mengenai sejarah Kejaraan Pacangan dari pada fokus ke Pasaran/Desa Masaran sendiri. Para sesepuh Desa lebih tertarik membahas mengenai hubungan antara Pacangan dan Pulau Mandangin.
Pada saat itu Kerajaan Pacangan dipimpin oleh seorang Raja yang bernama Bidarba, dengan selirnya yang  kecantikanya begitu tersohor yakni Ratu Ragapadmi. Dikarenakan adanya kecemburuan perasaan dan iri akhirnya sang Ratu pertama memutuskan untuk menyihir kecantikan Ratu Ragapadmi dengan ilmu hitam. Rencana yang telah dicanangkan oleh sang selir lama sang Raja akhirnya membuahkan hasil, disekujur tubuh Ratu padmi dipenuhi oleh nanah dan darah yang berbau tak sedap hingga Raja bidarba pun tak sampai hati melihatnya.
Untuk menghindari penyebaran berita tersebut dikalangan masyarakat/rakyat luas akhirnya  Raja Bidarba mengambil inisiatif untuk mengasingkan Ratu Padmi tentunya tanpa diketahui oleh masyarakat luas. Akhirnya keputusan yang diambil oleh Raja Abidarba adalah  mengutus patih kepercayaannya Bangsa care untuk mengasingkan Ragapadmi.
Atas titah sang Raja, Bangsacara akhirnya mengasingkan Ratu padmi. Sebagai imbalan dari pengasingan tersebut adalah Bangsacara berhak untuk menikahi Ratu padmi baik dalam keadaan sembuh atau masih sakit. Meskipun demikian, dalam hati Bangsacara tentu saja masih ada batas-batas tertentu antara dia dengan Ragapadmi, dimana bagaimana pun Ragapadmi masih menjadi istri sah Raja Bidarba.
Akhirnya Bangsacara membawa Ratu Padmi menuju ke rumah Ibundanya di Tanjung (Desa dekat pantai di Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang). Diperjalanan keadaan Ragapadmi tak kunjung membaik malah tambah memburuk. Nanah bercampur dengan darah berbau amis selalu keluar dari permukaan kulit Ragapadmi. Namun, Bangsacara tetap setia menemani Ragapadmi karena titah sang Raja.
Hari demi hari terus berganti, akhirnya Ragapadmi dan Bangsacara sampai ditempat tujuan. Ibunda Bangsacara sangat ramah menyambut anaknya yang membawa seorang perempuan berpenyakit kulit mengeringakan yang tidak lain adalah Ragapadmi. Ibunda Bangsacara awalnya keberatan, namun setelah mengetahui bahwasannya itu adalah sang Ratu, akhirnya ibu Bangsacara menerimanya. Karena kesabaran dan kesetiaannya Ratu padmi sedikit demi sedikit menaruh hati ke Bangsacara.
Setelah mengasingkan Ratu padmi akhirnya Bangsacara kembali ke Kerajaan Pacangan. Karena tersebar Desas desus mengenai kondisi Ratu Padmi dan pernikahan sang Ratu dengan Bangsacara, akhirnya sang Raja Bidarba memerintahkan Bangsacara untuk mengatakan kepada masyarakat Kerajaan Pacangan bahwa Raja Bidarba tidak mengasingkan Ragapadmi dan Bangsacara tidak menikah dengan Ragapadmi. Meskipun hal ini di luar batas kebenaran, demi membela kehormatan Kerajaan, Bangsacara bersedia melakukan apa yang diperintahkan oleh Raja dengan mengatakan kepada masyarakat bahwa Ragapadmi hanya sekedar melakukan semedi di daerah jauh yang sepi dari kerumuanan orang banyak, dan hal tersebut berdasarkan permintaan Ragapadmi sendiri, sedangkan Bangsacara hanya bertugas sebagai pengawal sang permaisuri saja. Berkat deklarasi dari Bangsacara, masyarakat kembali percaya kepada Raja Bidarba dan menyelamatkan kemuliaan istana.
Bangsacara memperoleh imbalan dari Raja berkat kesetiaan yang dilakuaknnya kepada Kerajaan dan membela kehormatan Kerajaan dengan menaikkan peran Bangsa cari sebagai panglima utama pasukan perang Kerajaan Pacangan dan menggantikan kedudukan Bangsapatih. Hal ini tentu membuat Bangsapatih geram dengan tindakan Bangsacara yang semena-semena mengambil pangkat Bangsapatih, padahal pada kenyataannya Raja Bidarbalah yang memberikan jabatan itu kepada Bangsacara karena dianggap sebagai oarang yang pantas memimpin pasukan prajurit Pacangan.
Pada suatu hari ketika Bangsacara pulang ke rumah ibundanya. Tiba-tiba seorang perempuan berparas cantik keluar dari dalam rumah dan menampakkan senyumnya serta menyambut Bangsacara dengan lembut dan senyuman yang menawan. Dalam hati Bangsacara berdesis baru kali dia menemukan gadis yang sangat cantik rupawan.
Bangsacara berkata kepada Ragapadmi : “Permaisuri menjadi sangat cantik lagi sekarang. Hamba harus membawa Permaisuri kembali ke istana. Baginda tentu akan senang Permaisuri datang kembali ke sana”. Namun, Ragapadmi justru menjawab : “ Tidak, Baginda telah memberikan aku kepadamu dan menyuruhmu menjadikanku sebagai isterimu”.
Mungkin selama ini tanpa disadari, Bangsacara telah jatuh hati kepada Ragapadmi namun masih di dipendamnya, mengingat Ragapadmi masih berstatus sebagai isteri Rajanya. Namun dengan jawaban Ragapadmi seperti itu akhirnya keraguannya mencair. Dan lalu keduanya memutuskan menikah dan hidup bahagia disalah satu Desa di Pulau Mandangin.
Karena Bangsacara lama tidak menghadap, Rajapun yang menjadi khawatir dan lantas mengutus Bangsapati ke rumah Bangsacara. Bangsapati terkejut melihat Ragapadmi yang telah cantik kembali bahkan lebih cantik dari kecantikan semula. Lebih terkejut lagi ketika mengetahui bahwa Bangsacara telah menikah dengan Ragapadmi.
Karena merasa iri dengan Bangsacara, akhirnya Bangsapati melakukan segala cara untuk membunuh patih Bangsacara. Salah satunya adalah memfitnah Raja bahwasana sang Raja memerintahkannya (Bangsapati) untuk membunuh patih Bangsacara.
Akhirnya diajaklah Bangsacara ketepi pantau oleh Bangsapati untuk dibunuh, namun karena kehebatannya, patih Bangsacara sulit untuk dibunuh.
Mengingat itu titah sang Raja, akhirnya Bangsacara berkata: tidak ada manusia yang tidak bisa mati, semua manusia pasti mati. Lalu patih Bangsacara tersebut memperlihatkan senjatanya (gaman). Dan berkata;
“kalau kalian ingin membunuhku pakalah senjata (gaman) ku ini”
Namun disela-sela proses eksekusi tersebut terjadi perdebatan karena patih Bangsapati berubah fikiran. Tetapi karena kesetiaan Bangsacara kepada sang Raja akhirnya Bangsacara membuka senjatanya (gaman). Dan akhirnya secara tidak sengaja Bangsacara tertusuk senjatanya sendiri dan terapung di lautan.
Setelah Bangsacara meninggal akhirnya patih Bangsapati membawa lari Ratu patmi dengan menyebrangi lautan untuk dibawa ke Kerajaan. Di pertengahan jalan Bangsapati akhirnya mati karena memiliki fikiran kotor kepada Ratu Padmi, jasadnya ditemukan terapung di tengah lautan, namun jasad Ratu padmi hilang tidak ditemukan.
Suatu hari, seorang pedagang yang juga seorang saudagar kelapa menemukan mayat terapung yakni sang patih Bangsacara. Terkejut dengan jasat yang ia temukan, kemudian sang saudagar bimbang antara menguburkannya atau menjual dagangannya. Karena tidak mempunyai biaya serta dagangnnya belum laku akhirnya sang pedagang memutuskan untuk menjual kelapanya terlebih dahulu tanpa mengangkut mayat tersebut sembari berjanji kalau dagangnnya laku dia akan kembali dan menguburkan mayat tersebut. Sampai di pasar akhirnya batok kelapanya laku semua, pedagang kembali untuk menguburkan mayat Bangsacara.
Dalam perjalanan lanjutannya ke Kerajaan Pacangan, sang Saudagar lalu bercerita kepada sang Raja tentang mayat yang telah ia kubur. Betapa terkejutnya sang Raja bahwa mayat itu adalah mayat Bangsacara. Dimana sampai sekarang air tempat matinya sang patih tersebut sangat jernih hingga meskipun jarum diceburkan ke air tersebur jarum tetap terlihat.
Karena Raja Abidarba tidak percaya dengan berita tersebut maka sang Raja pergi ke tempat tinggal sang patih Bangsacara dan Ratu Patmi. Disana karena mengetahi patih bangsacara tewas akhirnya sang Raja Abidarba memutuskan menancapkan tongkatnya dan akhirnya mengenggelamkan dirinya lautan.

DEMOGRAFI DESA

A.      KONDISI GEOGRAFI DESA
Masaran adalah Desa yang berada di Kecamatan Trageh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Indonesia. Dilihat dari segi geografis, Desa Masaran terletak di wilayah Kecamatan Trageh Kabupaten Bangkalan dengan luas ± 4,64 KM2. Batas-batas wilayah Desa Masaran sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Burneh, timur berbatasan dengan Desa Pacangan, utara berbatasan dengan Desa Pamorah dan selatan berbatasan dengan Desa Bancang.
Keadaan Topografi desa Desa Masaran adalah dataran sedang dengan ketinggian 24 m dpl., dengan suhu udara rata-rata 27 ̊ C, dan curah hujan rata-rata pertahunnya 35,32 mm/hari. Jarak Desa Masaran ke Pusat Pemerintahan :
Ke Kecamatan     : 5 Km
Ke Kabupaten      : 18 Km          
Jumlah dusun di Desa Masaran ada lima, yaitu dusun Mangger, dusun Masaran tengah, dusun Karang Bunut, dusun Masaran Laok, dan dusun Nyantren. KEPENDUDUKAN
Populasi penduduk di Desa Masaran ini tergolong rendah dibandingkan daerah lainnya di kecamatan Trageh. Jumlah penduduk  Desa Masaran pada tahun 2016 sebanyak 1.779 jiwa, dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 901 jiwa dan perempuan sebanyak 878 kepala keluarga pada tahun 2016 seluruh 227 kepala keluarga.
Jumlah keluarga miskin pada tahun 2016 sebanyak 20 kepala keluarga, jumlah keluarga sejahtera sebanyak 115 kepala keluarga, jumlah keluarga mampu sebanyak 92 kepala keluarga.
B.       STUKTUR PEMERINTAHAN
Seperti desa lainnya, desa Masaran memiliki struktur pemerintahan yang digunakan untuk pembagian tugas desa menurut jabatan masing-masing. Secara umum desa dibawah naungan kepala desa. Berikut struktur desa secara umum:
Gambar 2.1 Gambar Struktur Pemerintahan Secara Umum
Kades menaungi 3 kaur, dengan struktur sebagai berikut:
            Gambar 2.2 Gambar Struktur Pemerintahan Berdasarkan Kaur
C.      MATA PENCAHARIAN
Sebagian besar penduduk Desa Masaran mata pencahariannya adalah sebagai Petani. Selain petani penduduk Desa Masaran mata pencahariannya sebagai pengerajin bambu, PNS, tukang kayu, pekerja bangunan dll. Berikut data mata pencaharian penduduk Desa Masaran:
No
Sektor
Jumlah
1
Pengerajin bambu
5
2
PNS
2
3
Sopir
8
4
Pekerja Bangunan
30
5
Tukang Kayu
1
7
Produsen krupuk
2
8
Peternak
40
9
Petani
556
Tabel 2.3 Tabel Mata Pencaharian Desa Desa Masaran

D.      SARANA PRASARANA
Seperti desa yang lainnya, desa Desa Masaran mempunyai sarana dan prasarana. Berikut ini sarana dan prasana yang dilihat dari berbagai sektor.
NO
SEKTOR
JUMLAH
KESEHATAN :
1
POSYANDU
1 Unit
2
PUSTU
1 Unit
3
BIDAN DESA
1 Orang
PENDIDIKAN :
1
TK / RA / BA
-
2
Madrasah Diniyah
1 Unit
3
SD / MI
1 Unit
4
SMP / MTs
-
5
PONPES / Yayasan
1 Unit
6
SMK
-
SARANA IBADAH :
1
MASJID
2 Unit
2
MUSHOLLA/LANGGAR
227 Unit
Tabel 2.4 Sarana Prasarana Desa Desa Masaran
E.       SOSIO CULTURAL
Masyarakat Masaran dikenal dengan sikap dan prilaku amaliyah keislamannya dengan shalawatan, kebersamaan dalam bergotong royong untuk kebaikan, hubungan famili yang akrab, baik karena ada hubungan darah maupun hubungan tetangga dan persahabatan. Masyarakat Masaran memiliki jiwa pekerja keras, ulet dan terampil. Hal ini dapat terlihat apabila terdapat kegiatan bersih desa.
Ada banyak budaya dan tradisi di Desa Masaran antara lain sebagai berikut:
1.       Ta’ziyah
Bila tetangga, kerabat dan orang yang dikenalnya meninggal dunia, maka tanpa diperintah masyarakat datang berta’ziah/melayat. Ini biasa dilakukan oleh ibu-ibu, sedangkan orang laki-laki datang melayat saat acara tahlil di malam hari ba’dha maghrib.
2.       Tahlilan 7 hari
Orang yang meninggal mulai dari malam pertama sampai ketujuh dibacakan tahlil oleh bapak-bapak, anak muda dan anak-anak kecil tanpa melalui undangan. Mereka datang atas kehendak sendiri hadir untuk baca tahlil. Biasanya pada malam ketujuh orang hadir  baca tahlil diberi konsumsi Mi instans. Adanya komsumsi tersebut mendorong anak-anak kecil berdatangan hadir baca tahlil.
3.       Jenguk Orang Sakit
Sudah menjadi tradisi bila saudara, tetangga, rekan kerja dan orang yang dikenalnya jatuh sakit dan off name di rumah sakit, maka masyarakat datang menjegukknya. Biasanya saat menjeguk, membawa sesuatu atau uang untuk disumbangkan pada yang sakit.
4.       Jenguk Orang Melahirkan
Ibu-ibu sudah terbiasa menjeguk kerabat, tetengga dan teman yang melahirkan dengan membawa peralatan bayi, terutama seorang ibu yang pernah malahiran dan dijeguk. Masyarakat merasa hutang budi dijeguk kapada orang-orang yang sudah menjeguknya saat dia melahirkan.
5.       Walimatul uruz
Sebelum susudah akad nikah dilansungkan, orang tua penganten laki-laki dan perempuan mengundang kerabat, tetangga dan teman dalam jumlah banyak guna bersama-sama membaca doa barokah/doa restu untuk kedua mempelai. Kemudian dilansungkan serah terima pengantin pria kepada Keluarga Penganten perempuan. Hal ini biasanya dilakukan oleh kiyai yang mewakili orang tua penganten pria.
6.       Pelet Kandung
Saat ibu hamil memasuki bulan ketujuh, Tenggkepan digelar dengan mengundang kerabat, tetangga dan teman guna bersama-sama membaca doa untuk keselamatan ibu dan anak yang akan dilahirkan ke dunia.
7.       Haul
Orang yang sudah meninggal dapat satu tahun dari waktu wafatnya, keluarganya menggelar haul dengan mengundang kerabat, tetangga dan teman gunabersama-sama membaca tahlil dan doa untuk Si Mayit.
8.       40 hari
Orang yang sudah meninggal dapat 40 hari dari waktu wafatnya, keluarganya menggelar acara 40 hari dengan mengundang kerabat, tetangga dan teman gunabersama-sama membaca tahlil dan doa untuk Si Mayit.
9.       100 hari
Orang yang sudah meninggal dapat 100 hari dari waktu wafatnya, keluarganya menggelar acara 100 hari dengan mengundang kerabat, tetangga dan teman gunabersama-sama membaca tahlil dan doa untuk Si Mayit.
10.    1000 hari
Orang yang sudah meninggal dapat 1000 hari dari waktu wafatnya, keluarganya menggelar acara 1000 hari dengan mengundang kerabat, tetangga dan teman gunabersama-sama membaca tahlil dan doa untuk Si Mayit.
11.    Selamatan
Sebelum berangkat ke Makkah, Calon jamaah haji menggelar acara selamatan  dengan mengundang kerabat, tetangga dan teman gunabersama-sama membaca doa agar selamat berangkat dan pulangnya.
12.    Seni Budaya
Shalawatan merupakan tradisi budaya di desa Masaran yang diadakan setiap malam jum’at h dengan menyanyikan shalawat kepada nabi dengan menggunakan alat musik hadrah. Selain dilaksanakan secara rutin setiap malam jum’at, diadakannya juga sholawatan safari yang dilaksanakan setiap 15 hari sekali di malam hari ba’da isya’.
F.       KONDISI SOSIAL EKONOMI
Desa Masaran terletak di kecamatan Trageh kabupaten Bangkalan, yang lokasinya berada dekat dengan jalan Tol Suramadu. Desa Masaran terbagi menjadi 5 dusun, yaitu Masaran Tengah, Masaran Laok, Nyantren, Karang Bunud dan Masaran Tengah dengan potensi sumber daya alam desa berupa bambu yang melimpah, sehingga masyarakat Desa Masaran banyak yang bekerja sebagai pengerajin bambu yang menghasilkan kerajinan tangan berupa kerai bambu. Mata Pencaharian terbesar di Desa Masaran adalah petani, terhitung sekitar 556 orang di desa Masaran adalah seorang petani, dan yang lainnya bekerja sebagai, kuli bangunan, peternak, tukang kayu, Pegawai Negeri dan sebagainya. Sebagian besar masyarakat Desa Masaran bekerja sebagai petani namun untuk mengisi waktu luang masyarakat mempunyai pekerjaan sampingan yakni pengerajin bambu karena sumber daya alam yang terbesar di Desa Masaran yakni bambu yang tumbuh subur di wilayah desa.
Desa Masaran yang letaknya strategis berada dekat dengan jalan akses menuju suramadu sehingga membuka peluang untuk warga membuka usaha mikro para warga desa Masaran untuk berjualan disekitar akses jalan suramadu. Sumber daya alam yang memadai memungkinkan kerajinan yang telah dibuat untuk di pasarkan sebagai oleh-oleh khas dari Desa Masaran.
Di Desa Masaran ada  beberapa industri antara lain industry kecil, pertokoan dan warung. Industry kecil ada 5 buah, industry pertokoan ada 77 buah sedangkan warung ada 13 buah. Semua industry ini dibuat dan dijalankan langsung oleh masyarakat Masaran.
Dari ketiga industry tersebut, industry pertokoan yang paling banyak dimana hampir semua rumah yang ada di Desa Masaran memiliki toko mulai dari warung makan dan toko-toko yang menjual kebutuhan sehari-hari dan yang lain. Sehingga kebutuhan yang di perlukan warga Desa Masaran bisa di penuhi. Namun sebagaian warga ada yang  masih  membeli barang keperluannya  di luar Desa Masaran yaitu di pusat pasar di Desa Tambing kecamatan Tragah.
G.      KLASIFIKASI KESEJAHTERAAN DESA
Persepsi kesejahteraan penduduk desa Desa Masaran juga dapat diukur berdasarkan kondisi kesehariannya mulai dari penghasilan, pekerjaan, dan tempat tinggalnya. Berikut beberapa klasifikasi kesejahteraan desa Desa Masaran:
1.      Berdasarkan Kelas Kesejateraan
INDIKATOR
KELAS KESEJAHTERAAN
KAYA
SEDANG
MISKIN
Penghasilan
Rp.3.000.000,-
Rp.1.500.000,-
± Rp.500.000,-
Pekerjaan
Pekerja bangunan dan tenaga kerja Indonesia
Pengerajin bambu, dan peternak (Sapi, kambing, ayam, dan bebek)
Petani, dan pekerja serabutan
Kendaraan Bermotor
Mobil dan sepeda motor
Sepeda Motor
Tidak punya motor
Rumah
Gedung berukuran nesar dan berlantai keramik
Gedung/kayu berukuran sedang dan berlantai keramik / tegel
Terbuat dari kayu / gedek (Tabing) berukuran kecil dan berlantai semen / tanah
Tabel 2.5 Klasifikasi Kesejahteraan Berdasarkan Kelas Kesejahteraan
2.         Berdasarkan Ciri-Ciri Masyarakat
CIRI-CIRI ORANG MISKIN
CIRI-CIRI ORANG MAMPU
Ø  Tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari
Ø  Tidak punya perhiasan (Emas)
Ø  Penghasilan kecil dan tidak tetap
Ø  Kerja petani
Ø  Makan kurang bergizi
Ø  Tidak punya WC
Ø  Banyak hutangan
Ø  Lantai tanah atau semen
Ø  Sekolah tidak tamat SD / maksimal SD
Ø  Banyak uang
Ø  Punya perhiasan banyak (Emas)
Ø  Rumah besar dan berlantai keramik
Ø  Perabot rumah lengkap
Ø  Pakaian atau HP bagus
Ø  Punya kendaraan bermotor
Ø  Makanan 4 sehat 5 sempurna
Ø  Bisa memenuhi segala kebutuhan
Ø  Berpendidikan ; minimal SMA hingga keperguruan tinggi
Tabel 2.6 Klasifikasi Kesejahteraan Berdasarkan Ciri-ciri Masyarakat Miskin dan Mampu

Blog Archive

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *